Delina Darusman Gala, Desainer asal Australia Mengakui Busana Muslim Indonesia Lebih Maju

Admin LHB Fashion

Perkembangan busana muslim di Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Desainer Australia Delina Darusman-Gala menilai busana Muslim di Indonesia jauh lebih berkembang ketimbang di Negeri Kangguru.

“Saya pikir Indonesia jauh lebih maju dan kami di Australia punya banyak hal yang mesti dikejar dengan fesyen modest,” kata Delina saat memamerkan koleksi busana Muslim terbarunya di Museum Sejarah Jakarta dalam gelaran ‘Faith Fashion Fushion’, Kamis (1/3).

Walau lebih maju, Delina menyoroti beberapa perbedaan busana Muslim di Australia dan Indonesia. Menurut Delina, perempuan Muslim Australia lebih berani dalam mengenakan kerudung atau penutup kepala.

Di Indonesia, kata Delina, lebih banyak memakai hijab. Sedangkan di Australia kerudung banyak dikombinasi dengan turban.

Soal warna yang tengah populer di dua negara ini tak jauh berbeda. Menurut Delina, warna yang diminati cenderung sesuai dengan kepribadian seperti cerah, gelap atau bahan bermotif. Pemerintah Australia pun juga berencana untuk bekerja sama dengan perancang Indonesia dalam mengembangkan busana Muslim di Australia.

“Kami dari Kedutaan Australia dan pemerintah mau meningkatkan kesempatan kerjasama antar perancang dari Australia dan Indonesia di bidang fesyen karena itu industri kreatif ini penting untuk masa depan kami,” kata Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia Allaster Cox.

Sementara itu, desainer Indonesia Jenahara Nasution juga mengakui busana muslim Indonesia lebih berkembang dari Australia.

“Iya benar, karena muslim di Indonesia mayoritas sedangkan di Australia mereka minoritas, jadi pasti beda banget,” kata Jenahara di kesempatan yang sama.

Menurut Jenahara yang pernah mendapatkan beasiswa di Australia ini, busana Muslim Australia banyak terpengaruh busana Timur Tengah. Hal itu terjadi karena muslim di Australia yang berjumlah sekitar 5 persen dari total penduduk, kebanyakan merupakan pengungsi atau orang-orang yang datang dari Libya, Libanon, Pakistan, dan Syria.

Meski maju dari segi busana muslim, Jenahara menilai Indonesia masih tertinggal dibanding fesyen di Australia.

“Secara umumnya mereka lebih maju dengan cara bercerita, secara mereka jualan terstruktur. Aku banyak belajar dari sana,” ujar Jenahara.

You May Also Like..

Mengenal Bahan-bahan Pembuatan Jam Tangan dan Keunggulannya

Jam tangan menjadi salah satu bentuk koleksi aksesoris pria terbanyak yang ada di dalam kamar, dibandingkan dengan kaum hawa yang […]

Drone ‘Menjinjing’ Tas di Peragaan Dolce & Gabbana

Revolusi teknologi tak bisa dielakkan, bahkan termasuk di dunia mode. Label busana Dolce & Gabbana dalam peragaan di Milan Fashion […]

Nuansa Klasik Gaun Pengantin ala Rusly Tjohnardi Menginspirasi Para Pengunjung

Nuansa klasik menjadi inspirasi Rusly Tjohnardi dalam merancang koleksi busana pengantin terbarunya yang bertajuk ‘Classicalisto’. Sentuhan klasik itu terlihat dalam […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *